Selasa, 27 Desember 2016

Banjir Bima, Mengapa Sepi dari Pemberitaan?

Bumi pertiwi yang kita pijaki ini tidak henti-hentinya dilanda bencana
alam. Hujan deras yang mengguyur Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa, 20 Desember 2016 menyebabkan sejumlah wilayah dihantam banjir bandang dan pohon tumbang.

Banjir Bima, Mengapa Sepi dari Pemberitaan?


Disusul hujan deras pada Jumat (23/12) mengakibatkan banjir kembali menggenangi sejumlah wilayah yang sebelumnya sudah surut. Kota Bima, dikepung banjir dengan ketinggian hingga 2 meter yang sedikitnya mengepung lima kecamatan. Air bah tersebut merupakan kiriman dari Wawo dan luapan Sungai Padolo.

Banjir tersebut mengakibatkan sejumlah akses menuju lokasi bencana terputus sehingga kesulitan untuk melakukan distribusi bantuan, dan kekurangan tenaga serta sarana. Akan tetapi anehnya, banjir Bima ini lumayan 'sepi' dari pemberitaan. Padahal jumlah korban dan nilai kerugian yang diderita sungguh dahsyat. Sahabat Ummi sudah ikut membantu saudara-saudara kita di Bima yang kini banyak mengungsi dan kekurangan bahan makanan, pakaian, serta kehilangan tempat tinggal?

Berdasarkan rekap data terbaru, jumlah korban banjir yang mengungsi ada 105.753 jiwa. Hingga saat ini sudah tercatat nilai kerugian akibat bencana banjir di Bimia, Nusa Tenggara Barat, diperkirakan sebesar 979,3 miliar. Ini berdasarkan perhitungan yang didapat dari rapat bersama rencana aksi tanggap darurat yang berlangsung pada Minggu, 25 Desember 2016 malam, seperti yang dilansir oleh Tempo(dot)com.

Kerugian yang dialami Kota Bima dengan penjelasan sebagai berikut :  fasilitas kesehatan berupa 4 Puskermas, 29 Pustu,29 Polindes, dan 1 Kantor Lab Kesda. Lalu ada fasilitas pendidikan yang rusak seperti 18 SD, 5 SMP, 4 SMA, infrastruktur jalan, jembatan, prasarana air minum, dan areal pertanian yang terendam banjir dengan perkiraan nilai keugian sekitar Rp 5.806 miliar.

Selain curah hujan tinggi di beberapa hari terakhir, banjir di Bima juga kemungkinan disebabkan oleh penggundulan hutan yang terjadi di kawasan tersebut. Sungai yang ada tidak mampu lagi menampung debit air yang melimpah sehingga membanjiri kawasan berbentuk perbukitan tersebut.

Humas BPNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada liputan6(dot)com menjelaskan banjir yang melanda Kota Bima, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima juga dipicu oleh keberadaan siklon tropis Yvtte yang berada di Samudra Hindia Selatan Bali.

“Siklon tropis Yvtte saat ini posisinya di Samudera Hindia, sekitar 620 km sebelah selatan Denpasar dengan arah dan gerak Utara Timur laut menyebabkan hujan deras di wilayah Indonesia bagian selatan, memicu hujan ekstrem di beberapa wilayah di NTB, dan Bima mengalami dampak paling parah karena berada pada topografi cekungan,” jelas Sutopo Purwo Nugroho

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Banjir Bima, Mengapa Sepi dari Pemberitaan?

0 komentar:

Poskan Komentar