Senin, 30 Januari 2017

Indonesia Siap-Siap, Ibukota Bakal Pindah ke Kalimantan

Kabar pindahnya ibu kota sudah pernah terdengar
di tahun-tahun sebelumnya. Tapi hingga sekarang ini belum pasti bagaimana kelanjutannya. Banyak berita yang masih simpang siur dan membuat warga semakin bingung dengan kabar ini.



Mereka menunggu-nunggu pernyataan resmi dari negara agar mereka tahu langkah apa yang akan mereka ambil dengan keputusan besar ini. Indonesia siap-siap, ibukota bakal pindah ke Kalimantan, benarkah berita itu?


Sejak kepresidenan Soekarno bahkan selama masa kolonial Belanda, sudah ada usulan mengenai pemindahan ibukota Indonesia. Usaha itu pernah akan dilakukan oleh pemerintahan Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Ibukota akan dipindahkan dari (Batavia) Jakarta ke kota Bandung. Tapi upaya itu mengalami kegagalan karena perang dunia II dan depresi besar.

Pada tahun 2010, ketika masa kepresidenan SBY pembahasan ini berlanjut. Terjadi perdebatan mengenai ibukota baru yang akan dibentuk agar terpisah dari pusat perekonomian Indonesia. SBY sependapat dengan pembuatan pusat administrasi dan politik baru diluar Jakarta, karena menurutnya Jakarta sudah terlalu banyak populasi.

Usulan ini memperoleh tiga tanggapan utama, yaitu:

1. Memindahkan ibukota resmi Indonesia, seperti Pemindahan ibukota Brasil yang semula dari Rio de Janeiro ke Brasilia

2. Memisahkan antara pusat administrasi dengan pusat perekonomian, dan Jakarta masih menjadi ibukota resmi, seperti pemindahan federal administrasi Malaysia ke Putrajaya

3. Tetap menjadikan Jakarta sebagai pusat administrasi dan ibukota.

Untuk menentukan dimana ibukota baru akan pindah, bukanlah hal yang mudah. Diperlukan banyak pertimbangan agar tidak membuat keputusan yang salah. Banyak berita yang sudah beredar dan mengatakan bahwa ibukota akan pindah ke Kalimantan. Ada beberapa ibukota baru yang diusulkan, dan sebagian besar terletak di pulau Kalimantan. Kota-kota tersebut adalah Palangkaraya, Banjarmasin, Pontianak, dan Balikpapan. Selain itu, ada kota-kota lain yang juga diusulkan untuk menjadi ibukota baru Indonesia, yaitu Jonggol, Karawang, palembang, dan kawasan timur Indonesia. Itulah sebabnya, banyak yang menganggap jika Kalimantan akan jadi ibukota baru Indonesia.

Megawati juga menunjukkan persetujuannya tentang pemindahan ibukota ini. Bahkan dia mengusulkan salah satu provinsi sebagai calon ibukota Indonesia, yakni provinsi Kalimantan Tengah. Kemudian Beliau mengungkapkan alasannya, yakni karena Kalimantan Tengah merupakan lokasi yang dilewati garis khatulistiwa. Beliau juga telah mengungkapkan hal itu kepada Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras.

Apabila ibukota Indonesia pindah ke Kalimantan, akan memberikan dampak positif dan negatif bagi Indonesia. Dan akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. SBY pun memberi gambaran melalui pemindahan pusat pemerintahan Malayia sebagai contohnya. Malaysia tidak memindahkan ibukotanya, yakni tetap berada di Kuala Lumpur. Tapi pusat pemerintahannya di pindah ke Putrajaya. Meskipun demikian, ibukota dan pusat pemerintahan tetap ada komunikasi.

Perlu waktu yang panjang sekitar 5 hingga 7 tahun untuk membangun pusat pemerintahan yang baru diluar Jakarta. Dampaknya pun tidak bisa dirasakan dalam 5 tahun bahkan 10 tahun berikutnya. Mungkin, 25 tahun berikutnya baru terasa dampak positifnya. Jika akhirnya usulan itu diterima, pembiayaan akan diperoleh dari dana APBN yang cukup banyak. Pemindahan pusat pemerintahan oleh Malaysia menghabiskan dana hingga 80 trilliun, dan kemungkinan kita akan menghabiskan lebih dari itu.

Usulan ini menyangkut kehidupan banyak orang. Jadi diperlukan pertimbangan yang benar-benar matang untuk membuat keputusan akhirnya. Semoga artikel Indonesia siap-siap, Ibukota bakal pindah ke Kalimantan dapat menambah wawasan kita tentang kondisi negara kita saat ini dan akhirnya mendorong kita untuk ikut berpartisipasi dengan memberi tanggapan tentang hal ini.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Indonesia Siap-Siap, Ibukota Bakal Pindah ke Kalimantan

0 komentar:

Poskan Komentar