Senin, 30 Januari 2017

Ternyata Indonesia dan Malaysia Itu Adu Domba “YAHUDI ZIONIS”

Ada spekulasi tentang Indonesia dan Malaysia
itu adu domba “YAHUDI ZIONIS”, benarkah seperti itu? Seperti yang kita tahu, Islam adalah agama yang kuat dan dianggap menjadi satu-satunya agama yang bahkan sulit atau bahkan tidak mungkin dikalahkan dengan frontal karena pada dasarnya untuk mengalahkan atau menjatuhkan Islam adalah dari dalam.




Ketika kitab suci diinfiltrasi dengan tertutupnya pintu satanis, umat pun ikut terinfiltrasi. Dari mereka ada yang berhaluan moderat-liberal, terkemuka serta intelek namun menggunakan samaran menjadi seorang Islam sehingga dengan mudah merekrut orang-orang Islam yang tidak tahu soal tanda-tanda menjadi pengikutnya.

Ada sesuatu yang patut untuk diperhatikan karena memang janggal. Pasti konflik itu pernah dialami oleh setiap negara yang penduduknya kebanyakan beragama Islam yang secara geografis itu letaknya bersebelahan juga, ada juga yang hingga perang. Sudan dan Sudan Selatan, Somalia dengan Ethiopia, Senegal lawan Mauritania, Bangladesh versus India, perselisihan India dan Pakistan, Iran dan Irak, serta tak ketinggalan Malaysia dengan Indonesia. Semacam fenomena yang diduga berasal dari propaganda nasionalisme-sekularis. Sesama muslim yang diadu domba meski seharusnya negara tetangga pun sesama kaum muslim perlu menjaga kerukunan.

Disebut-sebut bahwa ini adalah isu lama Indonesia vs. Malaysia, hubungan kedua negara ini tidaklah begitu harmonis karena masalah nasionalisme yang bahkan para ulama Melayu jaman dulu tidak pernah mengajarkannya. Salah satu kasus yang merebak dan terdengar adalah soal tapal batas Camar Bulan di Sambas yang dikabarkan juga telah diakui oleh Malaysia dan ini tentu membuat para nasionalis pun meluapkan emosi mereka dan menjadi kasus yang luar biasa bagi mereka. Ada dugaan bahwa intervensi pihak luar menjadi pemicu adanya perseteruan kedua negara yang masyarakatnya mayoritas Islam, seperti yang dikemukakan oleh seorang pakar Melayu dari Universiti Kebangsaan Malaysia atau UKM (Institut Alam dan Tamadun Melayu) bernama Prof. Dr. Dato’ Nik Anuar Nik Mahmud.

Apa yang terjadi jika Indonesia perang melawan Malaysia? Itu pertanyaan yang kerap diajukan banyak masyarakat Indonesia yang gemas dan geregetan dengan ulah Malaysia yang disebut-sebut telah membajak wilayah dan bahkan kesenian Indonesia. Thomas Raffles dalam bukunya mengatakan bahwa seharusnya dipastikan oleh Barat bahwa alam Melayu itu lemah dan ada dua strategi yang diusulkan oleh Raffles, yaitu:

1. Para imigran asing memasuki Melayu agar daerah ini tidak menjadi area Melayu, tapi majemuk yang telah dibawa oleh orang-orang India dan China.

2. Adanya kepastian bahwa para penguasa Jawa, Sumatera, Semenanjung, dan sebagainya untuk tidak mengambil penasehat yang merupakan para ulama Arab. Sudah jelas tujuannya di sini adalah supaya Melayu dan Arab tidak bersatu dan malah dipisahkan.

Ada yang menyebutkan tentang besarnya pengaruh Zionis di pemerintahan SBY, tapi di Malaysia pun juga ada infiltrasi Zionis yang keberadaan para intelijennya dibeberkan oleh mantan wakil perdana menteri Malaysia. Disebutkan mahwa markas kepolisian federal Malaysialah tempat di mana intelijen Zionis itu berada. Hal ini menyangkut juga soal perusahaan Osiassov yang tega melakukan satu proyek untuk pengembangan sistem teknologi dan komunikasi di markas tersebut.

Meski sama-sama memiliki penduduk yang mayoritasnya penduduk muslim, dan kedua negara (Indonesia dan Malaysia) adalah negara yang makmur, permusuhan selalu akan timbul dengan mudah apabila muslim Melayu tidak kembali fokus pada Islam yang sejati. Indonesia dan Malaysia itu adu domba “YAHUDI ZIONIS” dan untuk itulah dengan menganut ajaran Islam sejati, maka nasionalisme yang disebut memberhalakan bangsa tidak akan mempengaruhi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Ternyata Indonesia dan Malaysia Itu Adu Domba “YAHUDI ZIONIS”

0 komentar:

Poskan Komentar